🍸 Biarlah Allah Yang Menjadi Saksi
Kita merasa bukan siapa-siapa, biarlah pendeta saja yang bersaksi tentang Yesus. Sebenarnya, bukan kita yang memilih Tuhan, namun Tuhan yang memilih kita. Apa pun latar belakang kita, sebagai orang Kristen kita diutus untuk menjadi saksi Kristus. Alkitab mencatat ada dua saksi Kristus pertama.
Umat Islam dijadikan umat pertengahan, yakni umat yang adil dan pilihan, karena mereka akan menjadi saksi atas perbuatan orang yang menyimpang dari kebenaran baik di dunia maupun di akhirat dan akan bersaksi di akhirat bahwa para rasul telah menyampaikan risalah kepada kaumnya, sebagaimana Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam akanBiarlah mereka [sebagai allah-allah] membawa saksi-saksinya, supaya mereka [sebagai allah-allah] nyata benar; biarlah orang [orang-orang dari bangsa-bangsa] mendengarnya dan berkata: 'Benar demikian!'". ( Yesaya 43:9) Jadi Yehuwa menantang semua allah yang disembah orang untuk membuktikan bahwa mereka adalah allah. Umat Nabi Muhammad SAW. Umat Islam menjadi saksi seluruh umat manusia pada hari kiamat. Berkenaan dengan hal ini, disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Sa'id Al Khudri. Ia berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda tentang umatnya yang menjadi saksi untuk Nabi Nuh AS, "Nuh AS dipanggil. Menjadi saksi Kristus berarti menyampaikan atau menunjukkan apa yang dialami dan diketahuinya tentang Yesus Kristus kepada orang lain. Penyampaian penghayatan dan pengalaman akan Yesus itu dapat dilaksanakan melalui kata-kata, sikap, dan perbuatan nyata. Di tanah Babel, umat Israel diperhadapkan dengan kenyataan akan keberadaan berhala-berhala Babel. Bangsa ini mengeklaim dapat meramalkan masa depan; namun bagi Tuhan, mereka hanya bangsa yang buta dan tuli (8-9). Sebaliknya, Allah memanggil umat Israel sebagai saksi-Nya, supaya mereka sendiri mengerti siapakah Tuhan. Dialah Allah yang mutlak (10). .